Skip to main content

Beda

 Kenapa ya orang-orang tuh bisa ngeluarin masalahnya di media sosial dengan ngebuat cerita di media sosialnya, dan membagikannya dalam bentuk "close friend". Dibilang resah sih nggak ya, cuma iri aja kali ya. Pengen aja gitu kaya orang, kalau ada problem... lampiasin ke medsos atau cerita ke temen. Dulu sih aku sering cerita-cerita gitu ke temen, curhat-curhat gitu. Tapi itu dulu, ga berlaku lagi sekarang karena udah kurang lebih 6 bulan ini ga pernah secara rinci cerita ke temen, memilih untuk diem aja.

Awalnya sih gampang ya, tapi semenjak Juli ini yang ntah kenapa berbagai masalah selalu ada setiap waktu. Dari mulai laptop yang kena ransomware, pembimbing yang sakit, seminar 3 yang ketunda, anggota kelompok TA yang kerjanya itu itu mulu, data-data hilang, hardisk external kena virus, ga jadi ikut TOEIC padahal udah ngisi kuisioner 2x, mamah yang sakit, kerjaan rumah banyak, dll. Berat banget sumpah. Dan kalau orang lain jadi aku, udah di story in tuh masalah masalahnya. Terus pertanyaannya.. kenapa hal itu ga bisa terjadi sama aku? Ga nyaman sekali rasanya kalau ngebuat story yang isinya problem hidup. Yaa dibiasain aja, gitu kali ya kata orang... ga mudah.. tadi aja aku mulai buka cerita ke teteh tentang tugas besar yang banyak dan ga sanggup ngerjain sambil ngerjain tugas rumah (nyapu, ngepel, cuci piring, nyuci baju, beresin piring, beresin dapur, ngejemur, belanja, masak, nyiram tanaman, kasih makan kucing), malah dijawab "ikhlasin aja". Hey! aku itu butuh cerita bukan butuh meng-ikhlaskan. 

Kalau kata bung Fiersa itu, "mungkin kamu butuh bahu untuk bersandar", butuh sih butuh... tapi kalau endingnya malah pemilik bahunya yang kesakitan gara-gara aku, yaaa lebih baik ga usah.

Comments

Popular posts from this blog

{lirik} Di Balik Awan Kelabu (Pelangi) ~ Raditya Dika

Pelangi - Dibalik Awan Kelabu Karya : Raditya Dika  Menanti... mendung hilang bilakah cerah kan  datang yang menyinariku lagi sendiriii bertanya-tanya kapankah kau kembali bersamaku lagi di balik awan kelabu ku tau kau disana pelangi datanglah padaku walau hanya hari ini aku rindu dirimu denan warna-warnamu pelangi cerahkan hatiku yang galau tak menentu bantulah diriku hangatkan duniaku bahagia sakitku hilang kala indah sinarmu kala datang menyapaku  ceria warnamu ini kala bilur sinarmu yang terang menyinariku ku tatap lembut dirimu tersenyum kepadaku pelangi datanglah padaku walau hanya hari ini aku rindu dirimu denan warna-warnamu pelangi cerahkan hatiku yang galau tak menentu bantulah diriku hangatkan duniaku Vidio cover by Jotim. Link youtube disini.

friend with benefit

"tau apa yang menarik ga din dari kita?" kata aku. "njirrrr kita ga punya foto bareng wkwkwkwk" jawab Dina. "heeh ihh anjir... punya sihh. yang dulu pas pertama masuk kuliah" "yang mana? kaga ada anjirr. Ntar fix kudu foto sih" Dina. Orang Yogyakarta yang pindah ke Bandung di kelas 5 SD. Terdampar di kelas yang sama waktu kelas 5, dan sama-sama ngga bisa bahasa sunda. Dulu. Itu dulu. Sama-sama hobi baca buku, suka diem di rumah, suka dokumentasi, suka ketenangan, di didik dengan cara yang hampir sama. Kalau kata orang, aku ini orangnya rumit, ribet, dan baperan... iya sihh... tapi kalau mau tau lebih jelas, tanyain aja sama Dina. Dia tau apa yang otak aku pikirin, tau kenapa aku ngambil keputusan itu, tau gimana perasaan aku. Yang jelas, dia tau tanpa harus dijelasin. Sering curhat? hemm bisa dibilang iya, bisa juga ngga. Sebenernya lebih ke diskusi siih. Dan yang unik dari kita adalah... kita sama-sama haus akan pengetahuan umum. Contohnya... da...